MDS RA Desa Bareng Gelar Rutinan dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Al-Mutakabbir
BARENG, JOMBANG - Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS RA) Desa Bareng kembali membuktikan komitmennya dalam menjaga tradisi keagamaan dengan menyelenggarakan kegiatan rutin gabungan. Kali ini, kegiatan tersebut disinergikan dengan momentum agung Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan ini diselenggarakan pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 WIB. Bertempat di Musholla Al-Mutakabbir, Dusun Banjarsari, Desa Bareng, acara ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang terdiri dari tokoh agama, pemuda Ansor, serta masyarakat setempat yang memenuhi ruang utama hingga halaman musholla.
Melestarikan Tradisi Melalui Pembacaan Sholawat Diba'i

Kegiatan malam tersebut mengusung tema utama memperingati hari lahir Baginda Rasulullah SAW yang dirangkai dengan rutinan pembacaan sholawat oleh Majelis Sholawat Ad-diba'i (MAHSA). Pembacaan sholawat yang dilantunkan secara bersama-sama ini tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi rasa cinta (mahabbah) kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai pilar penting dalam merawat tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah di tingkat desa. Suasana religius begitu kental terasa tatkala lantunan bait-bait sholawat menggema, membawa keteduhan batin dan mempererat tali silaturahmi antar warga yang hadir dalam majelis tersebut.
Kehadiran Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Memperkuat Sinergi
Kegiatan MDS RA Desa Bareng ini tidak hanya menjadi ruang untuk bersholawat dan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ajang memperkuat sinergi antara pemuda, pemerintah desa, dan para ulama.
Kehadiran unsur Pemerintah desa Bareng menunjukkan dukungan terhadap kegiatan positif yang berkembang di tengah masyarakat. Sementara itu, hadirnya Jajaran Tanfidziyah dan Syuriyah MWCNU Kecamatan Bareng, serta pengasuh Pondok Bhakti Bapak Emak (BBE) menjadi dorongan moral bagi para pemuda untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah.

Pertemuan berbagai unsur tersebut juga menjadi gambaran bahwa kegiatan keagamaan di tingkat desa dapat menjadi ruang bersama untuk membangun komunikasi, memperkuat ukhuwah, serta menjaga kesinambungan tradisi keislaman di tengah generasi muda.
Korelasi Spiritual dan Kesehatan oleh Ustaz Maulana Slamet Rahmatullah

Untuk memberikan siraman rohani yang mendalam, panitia menghadirkan pembicara utama, yaitu Ust. Maulana Slamet Rahmatullah, S.Psi, S.Kep, Ners. Dalam tausiyahnya, beliau membedah pentingnya meneladani keluhuran akhlak Nabi Muhammad SAW dalam merespons tantangan zaman modern. Menariknya, dengan latar belakang keilmuan di bidang psikologi dan keperawatan, Ustaz Maulana juga mengorelasikan aktivitas spiritual seperti membaca sholawat dengan kesehatan mental dan fisik manusia. Beliau memaparkan bahwa getaran positif dari lantunan dzikir dan sholawat mampu menciptakan ketenangan jiwa yang berdampak langsung pada imunitas tubuh dan stabilitas emosional jamaah.
Solidaritas Kemanusiaan dan Doa Bersama untuk Korban Gempa NTT

Acara ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bareng, Kyai Choirul Anam. Dalam sambutannya, Kyai Choirul Anam mengapresiasi konsistensi para pemuda MDS RA dalam menghidupkan majelis ilmu dan sholawat. Tidak hanya memberikan pesan spiritual, beliau juga mengetuk pintu hati kemanusiaan para jamaah yang hadir dengan mengingatkan musibah alam yang sedang terjadi di wilayah lain. Melalui sambutannya beliau juga mengajak memanjatkan do'a untuk saudara2 yang terdampak bencana gempa di NTT sebagai bentuk nyata dari ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial warga Nahdliyin terhadap sesama anak bangsa.
Memperkuat Ukhuwah dan Benteng Karakter Generasi Muda
Sebagai penutup, kegiatan rutinan dan peringatan Maulid Nabi ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Kegiatan kolaboratif ini terbukti efektif menjadi wadah pembinaan karakter bagi generasi muda di Desa Bareng agar terhindar dari dampak negatif arus globalisasi. Pihak penyelenggara berharap kegiatan MDS RA ini dapat terus berjalan secara istiqomah dan mampu menginspirasi dusun-dusun lain untuk terus membumikan sholawat serta memperkokoh persatuan di tengah masyarakat.