Jombang — Memasuki agenda krusial dalam perhelatan akbar kaum sarungan, jajaran pengamanan terpadu menggelar apel kesiap siagaan besar-besaran di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (30/08/2036). Kegiatan yang dikenal sebagai Giat Apel Banser, ini dilaksanakan khusus untuk mengawal jalannya Sidang Pleno IV Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan seluruh rangkaian sidang yang membahas agenda-agenda strategis organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut dapat berlangsung secara kondusif, tertib, dan khidmat tanpa ada hambatan keamanan sedikit pun.
Apel siaga yang berlangsung sejak pagi hari tersebut dipimpin langsung oleh komandan pengamanan wilayah dan diikuti oleh ratusan personel gabungan, mulai dari unsur Barisan Ansor Serbaguna (Banser), komando pengamanan internal Muktamar (sigap). Kehadiran personel dalam jumlah besar ini merefleksikan tingginya komitmen warga Nahdliyin dalam menjaga muruah organisasi, terlebih Jombang merupakan tanah kelahiran para pendiri NU. Dalam instruksinya, pimpinan apel menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan tingkat tinggi, bersikap humanis namun tegas, serta memperketat akses masuk ke area persidangan guna mengantisipasi infiltrasi pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
Menjaga Kekhidmatan Momentum Krusial Muktamar
Sidang Pleno IV sendiri dinilai sebagai salah satu jantung dari pelaksanaan Muktamar NU ke-35 kali ini. Agenda dalam pleno ini diprediksi akan berlangsung sangat dinamis, mengingat materi yang dibahas meliputi pengesahan draf organisasi, rekomendasi eksternal, hingga penentuan mekanisme pemilihan kepemimpinan tertinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode mendatang. Mengingat tingginya tensi diskusi dan banyaknya gagasan yang beradu, kehadiran sistem pengamanan yang solid melalui Giat Apel Bansel ini menjadi fondasi utama agar perdebatan pemikiran di dalam forum tetap berjalan dalam koridor ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.
Koordinator Pengamanan Muktamar menjelaskan bahwa pola pengamanan kali ini dibagi menjadi beberapa ring pertahanan. Ring satu berfokus di dalam area utama Sidang Pleno IV di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, yang hanya dapat diakses oleh peserta resmi dengan tanda pengenal khusus berteknologi nirkabel. Sementara itu, ring dua dan ring tiga menyasar area luar pesantren dan jalur-jalur protokol di Kabupaten Jombang guna mengurai potensi kemacetan lalu lintas akibat membeludaknya muhibbin serta penggembira dari berbagai pelosok tanah air. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu meminimalisasi segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama acara berlangsung.

Dengan pelaksanaan Giat Apel Bansel yang terstruktur dan terencana dengan matang ini, panitia optimistis bahwa Muktamar NU ke-35 di Jombang akan menorehkan tinta emas dalam sejarah perjalanan organisasi. Semangat pengabdian tanpa pamrih yang ditunjukkan oleh para personel pengamanan di lapangan menjadi representasi nyata dari dedikasi santri terhadap keutuhan bangsa dan kedaulatan ulama. Seluruh elemen masyarakat Jombang pun turut serta mendukung kesuksesan agenda ini, menjadikan kota santri sebagai tuan rumah yang ramah, aman, dan damai bagi para delegasi dari seluruh penjuru dunia.