Logo NUBareng
Masuk
NUBareng.com
Masuk
Sponsorship

Muktamar NU ke-35: Alissa Wahid Tegaskan Calon Ketum Tak Layak Atur Mekanisme Pemilihan

NUBareng.com  •  Minggu, 30 Agt 2026 | 00:40 WIB
Muktamar NU ke-35:  Alissa Wahid  Tegaskan Calon  Ketum Tak Layak Atur  Mekanisme Pemilihan
Ilustrasi berita / kegiatan. (Foto: Dok. NUBareng.com)
Penulis
soni abdulloh
Kontributor

JOMBANG – Suasana di depan ruang sidang pleno Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mendadak hangat pada Sabtu (29/8/2026). Tokoh nasional sekaligus putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, memberikan pernyataan menohok terkait dinamika pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia menegaskan bahwa pihak luar, termasuk Pengurus maupun para calon ketua umum, sama sekali tidak memiliki hak atau otoritas untuk mendikte mekanisme pemilihan yang akan digunakan, apakah melalui sistem musyawarah mufakat (Ahlul Halli wal Aqdi/AHWA) atau pemungutan suara (voting).

Menurut Alissa, kedaulatan tertinggi dalam menentukan jalannya organisasi selama muktamar sepenuhnya berada di tangan para muktamirin (utusan resmi pemilik hak suara). Ia menilai perdebatan mengenai metode pemilihan yang digulirkan oleh pihak-pihak tertentu di luar forum resmi tidaklah relevan. Bagi Alissa, apa pun metode yang disepakati oleh muktamirin nantinya harus dihormati bersama sebagai produk musyawarah yang sah.

 

Menjaga Marwah Keputusan Muktamirin

"Sudah di awal, tidak punya...  maksud saya tidak punya hak untuk mengatur apakah akan menjadi AHWA atau menjadi voting. Itu para muktamirin yang harus membuat kesepakatan. Kalau nanti disepakati dengan sistem atas pilihan muktamirin ya bagus, tapi kalau misalkan muktamirinnya menghendaki voting ya bagus juga. Yang penting bukan hasilnya, tetapi proses pengambilan keputusannya itu yang jauh lebih penting," ujar Alissa Wahid saat ditemui awak media di depan ruang sidang pleno Muktamar NU ke-35.

Alissa juga mengkritik keras sikap sejumlah kontestan atau calon ketua umum yang secara terbuka menyuarakan keinginan mereka mengenai mekanisme pemilihan tertentu. Langkah tersebut dinilainya sebagai bentuk intervensi halus yang tidak patut dan tidak relevan untuk disampaikan ke publik karena berpotensi menggiring opini serta memaksakan kehendak kepada para pemilik suara sah di muktamar.

Peringatan untuk Tidak Menggadaikan NU

"Jadi, ya enggak relevan. Kata yang saya cari adalah tidak relevan para calon ketua umum menyampaikan mereka ingin voting atau mereka ingin mekanisme seperti apa. Itu tidak relevan pada upaya mengatur muktamirin. Saya ingin mengingatkan kepada semua kontestan bahwa yang kita sedang bicarakan itu adalah NU, bukan sekadar pemilihan kali ini saja. Kita tidak boleh menggadaikan kepentingan mencari cara yang lebih tepat untuk kepentingan kita saat ini, itu tidak boleh," tambah Alissa dengan nada tegas namun tenang.

Menutup keterangannya, Alissa mengklarifikasi bahwa kritikan dan pandangan yang ia sampaikan murni lahir dari kecintaannya pada organisasi yang didirikan oleh para ulama ini, bukan karena kepentingan politik praktis atau kepemilikan hak suara. "Pernyataan saya itu lebih karena saya ingin meluruskan demi NU. Saya sendiri kan juga tidak punya hak suara," pungkasnya seraya berjalan kembali menuju area steril muktamar, menyisakan pesan mendalam bagi jalannya sidang pleno yang krusial ini.

SPONSORSHIP
Editor: Admin NUBareng.com
Kontributor: soni abdulloh
Gabung di WhatsApp Channel NUBareng.com
untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang

Komentar Pembaca (0)

Tinggalkan Komentar Anda
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!