WONOSALAM | NUBareng.com - Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Wonokerto sukses menggelar kegiatan spiritual bulanan Lailatul Ijtima pada Senin malam, 14 September 2026. Bertempat di Masjid Darussalam, Dusun Pulerejo, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, acara sakral ini dihadiri oleh jamaah yang memadati area masjid sejak selepas ibadah salat Isya. Dipimpin langsung oleh Ustaz Agus Syarifuddin selaku Ketua Tanfidziyah PRNU Wonokerto, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana konsolidasi organisasi, melainkan juga sebagai media spiritual bagi warga Nahdliyin di tengah kesibukan duniawi. Suasana khidmat dan penuh kehangatan tampak menyelimuti sepanjang jalannya acara yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dan tokoh penting di wilayah Wonosalam.

Kehadiran sejumlah tokoh penting turut menambah marwah pertemuan rutin ini, di antaranya Kepala Desa Wonokerto, Bapak Andik, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Wonosalam, Sahabat Wawan, serta seluruh jajaran pengurus Ranting NU dan GP Ansor Wonokerto beserta anggotanya. Rangkaian acara malam itu dirancang secara sistematis guna memberikan kedamaian lahir dan batin bagi seluruh hadirin. Agenda diawali dengan pelaksanaan ibadah salat sunah Taubat dan salat Hajat berjamaah yang dipimpin dengan sangat khusyuk, dilanjutkan dengan pembacaan istighotsah secara bersama-sama. Melalui gema zikir dan doa-doa yang dilantunkan, para jamaah diajak bersimpuh memohon ampunan sekaligus mengetuk pintu langit agar wilayah Wonosalam senantiasa dilimpahi keberkahan dan dijauhkan dari segala marabahaya.

Puncak acara spiritual ini ditandai dengan penyampaian Mauidhotul Khasanah oleh Ustaz Sukarlis, yang mengusung tema mendalam mengenai pentingnya sikap "sumringah" atau berwajah ceria sebagai kunci menuju surga sekaligus pemudah urusan hidup di dunia. Dalam ceramahnya yang menyejukkan sekaligus sesekali diselingi humor segar, Ustaz Sukarlis memaparkan bahwa wajah yang ramah, senyum yang tulus, dan hati yang selalu gembira dalam menerima takdir Allah merupakan cerminan keimanan yang kokoh. Menurut beliau, sikap positif ini tidak hanya mendatangkan pahala yang melimpah dan mempermudah jalan menuju surga, tetapi secara psikologis dan sosial juga sangat ampuh dalam meredakan ketegangan hidup serta mempermudah berbagai urusan sosial kemasyarakatan di dunia nyata.

Acara Lailatul Ijtima ini pun diakhiri dengan doa bersama . Kepala Desa Wonokerto, Bapak Andik, menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya atas konsistensi NU Wonokerto dalam membina mental dan spiritual warganya, yang dinilai sangat selaras dengan program pembangunan karakter desa. Kolaborasi yang erat antara jajaran pemerintah desa, pengurus NU, serta generasi muda dari GP Ansor Wonokerto ini diharapkan terus terjaga demi terciptanya tatanan masyarakat yang harmonis, agamis, dan sejahtera. Dengan berakhirnya acara ini, para jamaah pulang membawa kedamaian hati serta komitmen baru untuk senantiasa menyebarkan senyuman dan kedamaian di lingkungan tempat tinggal masing-masing.